7 Kiat Orang Tua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia

Setiap anak lahir dengan fitrah

Tak ada satu pun anak ketika lahir berniat menghancurkan masa depannya

 

Tak ada satu pun anak ketika lahir, berniat di kepalanya

Ah, jika besar nanti aku akan menyusahkan hidup orang tua!

 

Tetapi, mengapa sebagian anak berperilaku buruk?

 

Saya terhenyak ketika membaca lagi blurb buku “7 Kiat Orang Tua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia” di atas. Buku setebal 276 halaman ini ditulis oleh Ihsan Baihaqi Ibu Bukhari, Direktur Auladi Parenting School .

Menelusuri kata demi kata membuat saya tersadar betapa menjadi orang tua adalah sebuah anugerah sekaligus ujian. Anugerah karena tak semua orang memperoleh rezeki berupa anak. Ujian karena kelak nanti peran kita sebagai orang tua akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Salah satu peran orang tua adalah bagaimana agar anak mampu bersikap disiplin tetapi juga mampu bahagia. Perilaku buruk anak tidak cukup dihadapi dengan kesabaran tetapi juga diperlukan Tindakan konkret orang tua.

Berikut tips mendidik anak agar menjadi disiplin dan bahagia di buku yang berisi teori pengasuhan sekaligus tips praktis yang bisa dipraktikkan oleh para orang tua 

tips orang tua sholih


Akrablah dengan anak

Banyak orang tua yang menganggap hukuman fisik kepada anak adalah cara agar anak patuh dan menurut kepada orang tua. Namun, perlu ditanyakan, kepatuhan tersebut karena takut atau karena menyadari perintah orang tua baik?

Penulis menekankan bahwa mendisiplinkan anak tanpa disertai kelengketan emosional (emotional bonding) hanya akan membuat hubungan orang tua dengan anak menjadi sebuah hubungan yang kering, tanpa makna, dan tanpa jiwa.

Nah, bagaimana agar bisa akrab dengan anak?

Ada beragam cara untuk menjalin keakraban atau persahabatan dengan anak yakni menjalin komunikasi intens, menyediakan waktu bersama anak, dan menjadi tempat curhat terbaik anak.


Buktikan ucapan Anda

Orang tua harus mampu bersikap konsisten akan ucapannya. Jika hari ini melarang, maka larangan tersebut harus dilaksanakan dengan konsisten meski anak merengek.

Penulis juga menyampaikan bahwa anak-anak yang tidak patuh kepada orang tua adalah anak-anak yang sering dibohongi orang tua.

Maka, jangan pernah ingkar janji dan berbohong kepada anak. Jika mau bernegosiasi dengan anak, ingatlah bahwa negosiasi itu sebelum diputuskan bukan setelah diputuskan.


Negosiasikan Batasan

Omongan, nasihat, dan petuah akan lebih efektif jika disampaikan pada saat anak berbuat baik, bukan saat anak berbuat buruk.

Penulis membagikan tips tentang rumus bicara kepada anak : banyaklah bertindak saat anak berbuat buruk, banyaklah bicara saat anak berbuat baik.

Orang tua harus mampu menegosiasikan batasan-batasan perbuatan yang diterima atau yang tidak diterima secara jelas kepada anak.

Memiliki otoritas (kekuasaan) dalam mendidik anak itu wajib, tapi bersikap otoriter harus dihindari.

 

Tindaklah dengan konsekuensi

Apa yang dilakukan setelah negosiasi batasan dibuat? Tindaklah anak dengan konsekuensi.

Konsekuensi tidak hanya berbentuk hukuman tetapi konsekuensi juga bisa berupa ganjaran (reward).

Yang perlu dipahami, prinsip konsekuensi adalah mengajari anak untuk bersikap disiplin.

 

Tegas (tega) bertindak konsisten : menghitung anak

Ketika orang tua tidak konsisten, maka orang tua sudah mengajari dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melawan, bahkan menguasai orang tua. Ketidakkonsistenan yang diterima anak akhirnya dapat menyebabkan anak bingung dan tidak mempercayai kebenaran itu sendiri.

Teknik menghitung anak bukan menghitung jumlah anak kita, melainkan memberi beberapa kesempatan kepada anak untuk memperbaiki perilaku dengan hitungan. Setelah hitungan selesai, berikan konsekuensi kepada ana katas perilakunya.

 

Akui perbuatan baik anak

Akui perbuatan baik anak agar anak memiliki konsep diri yang baik akan dirinya. Orang tua juga bisa menceritakan perbuatan baik anak di depan orang lain untuk memberikan perasaan positif anak.

 

Install-kan nilai

Orang tua perlu menanamkan nilai kepada anak semenjak dini. Nilai-nilai itu yang kelak Bagai software pada anak. Cara paling mudah dan sederhana untuk meng-install-kan nilai pada anak adalah melalui bercerita untuk menanamkan nilai kepada anak tanpa membuatnya merasa sedang dinasihati.


Buku ini merupakan rekomendasi buku parenting Islami untuk dipelajari karena berbagai teori dilengkapi dengan studi kasus dan trik pengasuhan anak. Menjadi orang tua adalah sebuah pembelajaran seumur hidup, pastikan kita mengawali perjalanan menjadi orang tua dengan memiliki ilmu pengasuhan anak yang dibutuhkan. 

 

Comments

Popular posts from this blog

5 Tips Agar Tak Memilih Childfree

5 Cara Membuat Anak Gemar Membaca

5 Penyebab Luka Pengasuhan Masa Lalu Belum Hilang